Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

2048

Sesekali nulis tentang game yang sedang aku mainkan sekarang ah. hehe..

Jadi ceritanya, aku dan anak Dik A math 2012 sedang demen-demennya mainin game 2048. Awalnya aku nggak begitu ngeh. Nah, setelah nyoba sekali, akhirnya pikiran merubah kalkulasinya, yang semula nggak ngeh berubah menjadi ngeh. Oke, akhirnya aku suka main gamenya.

Motivasi lain buat ngemainin tuh game, karena liat skor tertinggi kawan-kawan udah nyampe lima puluh delapan ribuan. Nggak tau deh top skor internasionalnya, takutnya nanti aku malah maen game, lupa makan, lupa tidur, sampe yang paling kronis nya lupa diri. Eh. Iya, yaiyalah, diberangkatin jauh-jauh ke sini buat nerusin pendidikan kok malah maen game. Yakan?

Kalo ngomongin skor aku, bestnya masih segini

Setelah berusaha seharian, aku baru dapet setengah dari TOP skor temen aku. -_- Setelah nyoba lagi malah setengah dari Top skor aku, liat tuh. :D
Kayak-kayaknya game ini terinspirasi dari perpangkatan 2. Liat deh, 2 pangkat 1 = 2 2 pangkat 2 = 4 2 pangkat …

Miss U MOM

Terkadang ngeliat hidup orang lain itu, begitu indahnya.
Lihat foto-foto bahagianya. Rasanya ingin mencoba kehidupannya juga.
Tapi itu nggak mungkinkan?

Terkadang lelah dengan jalan cerita hidup sendiri.
Mau larilah, Mau ilang ingatanlah, apa macem...

Iya, enak memang lihat hidup orang lain. Tapi susah mensyukuri hidup sendiri.

Ah, rasanya lelah.
Sesekali pinginnya berhenti. Istirahat.
Tapi, kalo udah istirahat, enggan untuk kembali lagi.

Ah, banyak kali permintaan hati.

Rasanya ingin kembali kepangkuan hangat mama.
Mau peluk mama.
Lama-lama.

.
.
.

Sekuat hati.
Iya, sekuat hati.
berhasilnya nge-jalani hidup berbanding lurus dengan kekuatan hati.

Seekor tikus tetaplah tikus mau berubah jadi singa sekalipun jika hatinya tetap hati seekor tikus. Tikus yang selalu ketakutan melihat kucing.

.
.
.

Ah, tapi aku rindu mama...
Itu saja.

Aku mau cerita semua petualanganku di dunia yang kejam ini. Aku mau malaikat penjagaku di bumi mendengarnya. Mendengar celotehanku. Mendengar kisahku. Mamaku.

Cemewew, Wakadobret, Wakacipuy

Bahasa adalah sesuatu yang indah, yang bisa menyampaikan perasaan heart to heart dengan untaian manis. Sebagai seseorang yang suka menulis, aku adalah pencinta kata. KBBI tentunya tidak jauh-jauh dari aku. Ahahaha...

Seorang teman mengajakku berbicara di sela perkuliahan waktu lalu. Aku hanya mendengarkan apa yang dikatakannya padaku tanpa begitu mengerti maksud dari ucapannya.
kau sekarang sedang cemewew kan,? berarti kalian wakarapet. lalu kalian wakadobol, nah nanti nggk lama lagi kau sama dia bakal wakadobret. nah akibat dari wakadobret tersebut maka kau akan mengalami yang namanya wakacipuy. Udah, wakacipuy ajalah kau. nggak yakin aku, kau cemewew. haha..nggak ngerti? Haaha pasti nggak ngerti. Makanya nonton NET TV mamen....
Dengan muka yang masih bingung, hatiku berbisik
Gimana ceritanya nonton TV? lah, TV aja nggak punya. walah.. wakadubrak! Esoknya, istilah-istilah itu semakin membooming karena dia mempresentasikannya saat presentasi materi di depan kelas.

Akhirnya, dengan wak…

Salahkah?

Salahkah jika aku menuliskan apa yang menarik perhatianku?
Salahkah jika aku menuliskan yang menjadi bagian hidupku?
Hidupku yang dulu atau yang sekarang.
Aku bisa lupa jika tidak menuliskannya.
Aku butuh ingat masa lalu untuk menjadi tolak ukur bagi diriku sendiri.
Aku butuh ingatan itu setidaknya untuk membuat aku menyadari 'aku'ku.
Aku tak bisa lari dari masa lalu itu tapi aku bisa memperbaikinya diwaktu sekarang -bersamamu-.
Aku berharap kamu tidak sepicik itu, sayang.
Tolong mengertilah.
cerita-cerita itu bagian improvisasiku.
Aku hanya ingin mengembangkan imajinasiku dan -mungkin- bakat menulis ini.
Biarkan aku berkarya dengan caraku.

Sweet Twenty

Terimakasih. Terimakasih Tuhan untuk waktu yang boleh berlalu di dua puluh tahun ini. :) Waktu dimana tanganMu tak pernah lelah membantuku, menopangku, dan memberkatiku. Terimakasih untuk Papa Mama dan kedua adik aku yang udah selalu setia mendoakan dan memberi suport tanpa bosan. :) Terimakasih kepada yang tersayang untuk kue dan juga doanya. :) Terimakasih untuk kakak-kakak yang udah ikut dalam moment ini. :) Terimakasih untuk teman-teman yang udah ngucapin. :)
And,  I'm Twenty Now! :D First, I think "It's so hard to me" but finally i can accept about that and must be grateful to God.
I hope all the best for me. Amen.

Masalah

Seperti katamu, Ren. Aku tidak akan meributkannya lagi. Meributkan hal-hal kecil ataupun meributkan hal-hal besar. Hal kecil bisa jadi besar demikian juga hal-hal besar bisa menjadi hal kecil. Tergantung kebesaran jiwa kita menghadapinya. Besar kecil, bagaimanapun ukurannya pasti bisa terselesaikan.

Mungkin permasalahan itu sengaja diijinkan olehNya agar aku bisa menjadi lebih baik lagi. Sesuai dengan permohonanku kepadaNya, 'ajarku untuk lebih baik lagi dari aku yang sekarang.' Ya, kan, Ren?

Tuhan itu baikkan, Ren.

Aku sudah capek mengeluhkan masalah-masalah yang sengaja dibuat oleh segelintir orang terhadapku. Aku sudah lelah. Semoga umurnya panjang biar dia bisa lihat aku sukses.

Kangen, Salah Satu Kata Ajaib (Untukku)

Rindu itu spesial. Bagiku khususnya dan mungkin bagi kamu secara umum. Selalu ada euforia dalam hati kala mendengar seseorang mengucapkan "kangen aku samamu." Apalagi yang mengatakan itu adalah dari kaum adam sebayaku dan secara pergaulan dia adalah teman-teman Sharing. Teman yang selalu punya banyak bahan untuk dibagikannya padaku.

Seorang teman yang biasa kupanggil dengan tutur yang lebih tua dariku. Abang. Abang yang bisa bikin penyedia jasa telekomunikasi semakin cepat kaya, karena Abang rajin buat paket nelpon. Seharian ngobrol sama dia itu nggak ada bosennya. Nggak ada matinya. Nge-dobhos terus sampai kuping rasanya mau copot baik kiri maupun kanan. Abang yang bisa mengerti, walau tidak selalu bisa memahami.

Sudah beberapa lamanya kami tidak pernah ada komunikasi lagi. Sekarang dia sudah sibuk dengan pekerjaannya. Maklum, efek usia yang beranjak 'tua'. Bayangkan saja betapa rindunya dengan ndobhosnya itu. Tapi, tetap berusaha menyadarkan hati dengan realita bah…

Halo Ren

"Ren, Halonya bagus kan? 2 lapis pelangi mengelilingi bulan. Fenomena yang cukup langka loh. Bukankah istimewa pertemuan kita malam ini? "

"Bertemu? "

"Iya, bertemu Ren. Walaupun hanya suara. Kemana saja kau tiga minggu ini? Kenapa tidak ada kabar?"

"Kau sombong kali Mi. Yang udah lupanya kau sama aku, masa' 3 minggu ini kau nggak ada ngasi kabar samaku."

"Aku takut kau marah Ren."

"Kenapa aku harus marah, Mi?"

"Bukankah kata-kata terakhirmu kemarin, 'kita sampai disini'? Aku tidak ingin membuatmu lebih menderita dengan hatiku yang lemah ini, Ren."

"Jadi nyesal aku ngomongnya, Mi. Kau selalu seperti itu. Lupakanlah. Kau tetap pacarku. Hati ini tidak mampu mencari kunci yang lain, Mi. Bagaimanapun kau memintaku untuk mencari kunci yang lain. Itu hanya membuatku semakin terluka."

Aku hanya terdiam. Mulutku kelu dan otakku tidak lagi memproduksi topik yang bisa membuat arah percakapan menjadi lebi…

Di Atas Sini

Entah kenapa langit begitu mendukung malam ini. Walau awan kelam terus bersekongkol dengan angin agar bisa menghalangi keramahan sinar rembulan. Bintang tak begitu suka menampakkan diri jika di sini. Terangnya lampu perkotaan mengalahkan sinarnya yang redup redam.
Telah pukul 00.00 WIB dan aku masih duduk di atas sini. Tidak peduli dingin yang mulai menyerang sedari tadi tanpa henti dan juga rentetan jarum penghisap yang masih saja kehausan, nyamuk. Walaupun tertutup, bulan masih memancarkan sinarnya setidaknya untuk membuat langit di atasku berwarna terang.
Kupandang jauh menjelajah gedung-gedung yang bersusun di hadapanku. Anganku melayang sampai kepadamu. Seolah-olah kau ada tepat dalam pandanganku yang jauh itu sambil memandangku. Bagaimana tidak, jarak ini sudah sangat menyiksa.
Ren, kau dimana? Kenapa kau menghilang lagi. Kenapa kau pergi lagi. Sampai kapan hati ini harus menunggu? Apa kau baik-baik saja di sana?
Berharap aku mendengar jawaban darimu. Tapi yang kudengar hanyala…

Untungnya Pakai Hosting dan Domain Sendiri

Saya mulai ngeblog sejak kelas 2 SMA karena waktu itu mata pelajaran TIK membahas tentang internet. Semua teman-teman termasuk saya, sangat antusias sekali mengikuti pelajaran TIK ini karena dalam pikiran kami masing-masing “yes! Bisa facebookan gratis.” Hari pertama masuk pelajaran TIK, guru saya langsung berkata “Kita belajar tentang internet,..”yes” jawab kami memotong pembicaraan bapak itu tapi langsung di lanjutkan kembali “ TAPIII, kita nggak akan membahas facebook, twitter dan kawan-kawannya. Kita belajar tentang blog”
Yah.. semangat terpatahkan. Tapi setelah Guruku itu menjelaskan panjang lebar tentang blog, aku benar-benar tertarik. Blog pertama saya ada di wordpress.com tapi sekarang sudah lupa passwordnya dan emailnya juga sudah mati. Sempat sedih karena kehilangan blog pertama saya ini namun akhirnya semangat lagi untuk buat blog yang baru (yang sekarang ini) karena hobi menulis yang saya punya.
Melihat teman-teman blogger yang punya domain sendiri seperti .com, .web, .…

IRI

Aku mau cerita tentang ini
IRI
Suatu rasa dimana kita merasa
"aku lebih berhak mendapat apa yang dia dapatkan tapi kenapa hak itu malah dikasih ke dia.
Kenapa nggak sama aku?!"

Jangan pernah IRI akan apa yang udah dicapai oleh orang lain
Karena kau nggak pernah tau
Apa yang udah dilakukannya untuk mendapatkan itu,
Perjuangan yang bagaimana,
Pengorbanan dan penderitaan
Apa aja yang udah dialami orang tersebut.

Mungkin dia,
Berdoa lebih banyak darimu
Berusaha lebih keras darimu
Capek lebih banyak darimu
Jam tidur lebih sedikit darimu
Dimaki
Dicaci
Sakit
Sedih
Air mata
Yang lebih banyak darimu
Semangat juang yang lebih besar darimu

Dari pada IRI sampai DENDAM
Bahkan dengki,,,
Mending kau perbaiki kualitas dirimu.
Bercermin!

Makin banyak yang IRI berarti
Makin besar peluang suksesmu

Nggak perlu sakit hati dengan sindiran sinisnya.
Jika kau sakit hati maka itu atas ijin darimu.
Ingatlah!
Orang lain tidak akan pernah bisa menyakiti hatimu,
Membuatmu merasa terhina
Bahkan sangat…