Disclaimer : Tulisan ini dibuat sebagai pengingat buat aku yang bertambah usia bertambah pula lupanya.
Tanggal merah yang biasanya menjadi tempat berlabuh istirahat fisik dan pikiran kali ini nggak. Kenapa? Yupz. Aku nggak akan cerita detailnya, karena keknya ini nggak perlu diingat. Tapi ada pelajaran penting yang harus diingat.
Pertama, kesombongan adalah awal kehancuran. Firman Tuhan juga katakan demikian di Amsal. Bukan aku yang sombong ygy. Posisiku hanya korban kesombongan di sini. Kenapa awal kehancuran? baca selanjutnya.
Kedua, Jangan pernah menghakimi apapun keputusan orang atas hidupnya. Kenapa? Karena kamu nggak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi dan realita apa yang harus ia hadapi ketika ia diperhadapkan pada saat keputusan itu harus diambil. Yeah, ngomong dan menjudgje gini-gitu hidup orang lain itu gampang banget.
Ketiga, Tuhan nggak pernah membiarkan anak-Nya yang takut akan Dia direndahkan. Iya. Pada kasus ini, Pelaku langsung dapat 'tamparan' balik.
Keempat, It may look like I'm surrounded but I'm surrounded by You. Jujur. Ngeliat pembelaan Tuhan dalam hidupku itu sebuah berkat yang pasti membuat aku terharu dan meneteskan air mata berkali-kali. Sungguh baik Kau di hidupku ya, Tuhan. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Kelima, ingatlah selalu untuk menyerahkan APAPUN dalam hidup termasuk hidup itu sendiri ke dalam tangan Tuhan. Kita ini biji mata-Nya, kan? Intinya, taat saja. Kerjakan pekerjaan yang seturut kehendak-Nya, hasilkanlah buah-buah Roh. Udah. Aman. Walaupun ada masa ketika badai datang, kamu hanya akan duduk diam, tenang, percaya saja, dan Tuhan yang turun tangan.
Komentar
Posting Komentar
Jangan jadi silent reader. Tinggalkan jejakmu di sini ya.. :)