Coba jawab judul tulisan ini. Apakah jawabanmu? Ya? Tidak? Yang terpenting adalah dia mau menerimamu bagaimana pun keadaanmu dan mau berusaha untuk terus tumbuh bersamamu. Sama-sama bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Yang kedua, ia tidak lagi menarikmu ke belakang, dimana kesalahanmu pernah terjadi padahal kamu secara pribadi sudah berdamai dengan kejadian yang tidak diinginkan itu. Misalnya, kamu pernah tanpa sengaja memecahkan piring saat mencuci piring. Akan sangat tidak menyenangkan punya pasangan yang besok-besok kalau ada lagi piring yang pecah, kita lagi yang dibawa-bawa. Ini hanya contoh sederhanya saja ya. Karena fakta dilapangan pasti lebih kompleks.
Disclaimer: Tulisan ini untuk mengingatkan diri sendiri. Kalau kamu merasa diingatkan juga, itu bagus. Artinya kita sedang berjalan maju. Tulisan ini merupakan keresahan di hatiku tentang, betapa lebih seringnya aku terkadang lebih sering mengambil bagian nengok-nengok keberhasilan orang atau kegagalan orang. Khusus untuk kegagalan, puji Tuhan aku sudah pandai untuk mengambil pelajaran hidup dari sana. Tapi untuk keberhasilan, harus kuakui, lebih mudah ngambil pelajarannya daripada mengambil langkah kecil untuk mengikuti kesuksesan seseorang. ( Parah sih,,, wkwkwk ) Yah, ilmu ATM (Amati-Tiru-Modifikasi) itu nggak semua orang bisa lakukan. Satu hal tentang kesuksesan - Ia tidak bisa digapai hanya dengan goleran! Kalau mau sukses ya lakukan sesuatu, ambil sikap, ambil tindakan. Niat aja gk cukup. ( Ini realita yang cukup menampar aku! 😅 Yah, tamparan yang cukup untuk membangunkan jiwa-jiwa perintisku lagi.) Yah, kalau dari sudut pandang dunia, mungkin hidupku sekarang sudah cukup...