Coba jawab judul tulisan ini. Apakah jawabanmu? Ya? Tidak? Yang terpenting adalah dia mau menerimamu bagaimana pun keadaanmu dan mau berusaha untuk terus tumbuh bersamamu. Sama-sama bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Yang kedua, ia tidak lagi menarikmu ke belakang, dimana kesalahanmu pernah terjadi padahal kamu secara pribadi sudah berdamai dengan kejadian yang tidak diinginkan itu. Misalnya, kamu pernah tanpa sengaja memecahkan piring saat mencuci piring. Akan sangat tidak menyenangkan punya pasangan yang besok-besok kalau ada lagi piring yang pecah, kita lagi yang dibawa-bawa. Ini hanya contoh sederhanya saja ya. Karena fakta dilapangan pasti lebih kompleks.
Trend viral akhir tahun ini adalah #stopthewedding Karena ternyata, semakin ke sini semakin ke sana. Alias kok lama-lama wedding itu makin gk worth it gitu. Terutama bagi cewek. Hal ini dipicu oleh betapa mengerikan dan betapa traumatis perjalanan banyak wanita ketika berumah tangga. Sampai ada istilah "menang jadi ratu, kalah jadi babu" dan istilah ini pun upgrade menjadi "menang jadi ratu, kalah jadi abu" (meninggoy cok!) Akibat banyaknya kejadian buruk yang menimpa pasangan kekasih (baik sah maupun belum sah) kasih orang-orang semakin dingin. Semakin banyak orang yang sulit percaya bahwa masih ada kasih yang tulus yang masih tersedia baginya. Ehm.. Memanggil semua anak-anak Tuhan untuk membuat dunia melihat kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Agar dunia tahu bukti nyata dari kasih-Nya. Mari kita tetap menjaga persekutuan kita dalam doa, iman, dan pengharapan. Jadilah surat Kristus yang terbuka bagi dunia. Lihatlah, waktunya sudah dekat. Satu persatu nubuatan akhir za...