Disclaimer: Tulisan ini untuk mengingatkan diri sendiri. Kalau kamu merasa diingatkan juga, itu bagus. Artinya kita sedang berjalan maju.
Tulisan ini merupakan keresahan di hatiku tentang, betapa lebih seringnya aku terkadang lebih sering mengambil bagian nengok-nengok keberhasilan orang atau kegagalan orang. Khusus untuk kegagalan, puji Tuhan aku sudah pandai untuk mengambil pelajaran hidup dari sana. Tapi untuk keberhasilan, harus kuakui, lebih mudah ngambil pelajarannya daripada mengambil langkah kecil untuk mengikuti kesuksesan seseorang. (Parah sih,,, wkwkwk)
Yah, ilmu ATM (Amati-Tiru-Modifikasi) itu nggak semua orang bisa lakukan. Satu hal tentang kesuksesan - Ia tidak bisa digapai hanya dengan goleran! Kalau mau sukses ya lakukan sesuatu, ambil sikap, ambil tindakan. Niat aja gk cukup. (Ini realita yang cukup menampar aku! 😅 Yah, tamparan yang cukup untuk membangunkan jiwa-jiwa perintisku lagi.)
Yah, kalau dari sudut pandang dunia, mungkin hidupku sekarang sudah cukup nyaman. Terkadang aku terlelap karena kenyamanan. Tapi, tak jarang, aku merasa aku harus berbuat lebih. Nggak bisa diam aja gitu. Otakku ini sudah terbiasa dengan mode fight. Gimana enggak? (Ah, kurasa tidak perlu kuceritakan) Nggak bisa diem.
Tapi, diujung hari aku menyadari, bukan karena kuatku, namun hanya oleh anugrah-Mu, ya Tuhan. Really! Nggak bisa aku jauh dari Tuhan dan Dia selalu tahu yang terbaik buat aku. Kalau aku bisa ini itu, buat ini itu, semua karena hikmat-Nya dan kekuatan dari-Nya.
Thank God!
Satu lagi yang menjadi keresahanku adalah bagaimana cara menyemangati orang yang baperan? Gimana ya? Saat dikasih semangat, malah bilangnya "Ya, kau enak, blablabla..." Heh! Nggak! Aku juga pernah di posisimu. Baper. Pernah. Tapi waktu itu pernah ada ucapan seorang pengacara bilang gini, "Hidup jangan pake perasaan, nanti nggak hidup." Kalimat ini bukan berarti kita jadi manusia tak berperasaan, bukan. Tapi, letakkanlah perasaanmu itu di tempat yang tepat dan di situasi yang tepat pula. Jangan ketika seharusnya kamu menggunakan logikamu kamu pakai perasaan dan sebaliknya. Nanti jadi kicau kacau!
Ayolah, berhenti jadi BNN terus, setidaknya ambil satu langkah untuk membangun sesuatu yang berguna untuk hidupmu, untuk masa depanmu. Pilih satu aja dulu. Bukan mau nyuruh-nyuruh, but, hey! Look at you! Please, love yourself. Do something build.
Kalau itu adalah kamu (diriku) ingat, kamu pernah se'gerak' itu! Kamu bisa. Kamu pasti bisa! Sujudlah di bawah kaki-Nya, minta penyertaan-Nya. Kamu pasti bisa, sebab bukan kamu, tetapi Bapa.
Komentar
Posting Komentar
Jangan jadi silent reader. Tinggalkan jejakmu di sini ya.. :)